Di suatu pengajian anak-anak yang pernah saya mentori, kawan mentor saya bertanya pada anak-anak, “Adik-adik, mau jadi apa ketika sudah besar?”. Lalu, dengan semangat mereka menjawab silih berganti. “Dokter”;”Aku ingin jadi pilot”;”Saya ingin jadi guru”;”Saya saya, polisi dong”;”Jadi hafidz, kakak”.

Subhanallah, begitu besar dan mulia cita-cita mereka. Semoga saja cita-cita itu keinginan disertai dengan usaha pencapaian. Berbagai cara akan dilakukan untuk menggapai cita-cita. Satu hal yang tidak boleh terlewat adalah memintanya melalui doa kepada Allah SWT. Diberikan atau tidak adalah kehendakNya. Allah tau apa yang terbaik bagi kita.

Kalau mengingat cita-cita saat masih kecil yang hanya jadi mimpi. Dikarenakan seiring perubahan-perubahan yang terjadi dan ketidaksungguhan untuk mencapai cita-cita. Yang terkadang melewati rintangan-rintangan hingga membuat goyah lalu menggugurkan cita-cita itu.

Kecewa? Terus berjuang mencapainya? Untuk kasusku tentu saja tidak, karena aku menyadari ketidakmampuan diri dan mensyukuri apa yang telah menjadi takdirku. Belum tentu pula cita-cita itu baik bagiku. 🙂 Lagian, Aku masih  punya banyak keinginan dan cita-cita lain.

Memintalah apapun tanpa dibatasi oleh kelemahan manusia disertai petunjuk menggapainya kepada Allah SWT. Allah Maha Kaya. Misal nih, “Ah gapapa dapat jodoh yang ga kaya asal sholeh.”. Kok tanggung amat sih. Minta aja sekalian jodoh yang kaya, rupawan, sholeh dan lain-lain. Minta juga kebaikan dan rahmat atas itu.

Kalo menurut saya pribadi, perbanyaklah meminta kepada sang Pencipta. Hindari meminta pada ciptaanNya.

Advertisements