Aku tidak bisa menjadi ibu yang setiap detik ada berada di rumah bersama anak. Tapi aku akan berusaha semampuku untuk memberikan terbaik menurut versiku tentunya.
Menulis ini dikala Ajwa sedang terlelap. Sesekali harus kembali memeluknya ketika dia terbangun. Ya ketika matahari sedang bersinar aku tidak bisa bersama ajwa. Tapi dikala malam, menjadi waktu kami berdua. Untungnya, aku memiliki waktu seharian pada hari sabtu dan minggu. Pada hari-hari itu, rasanya tidak bisa keluar rumah tanpa ajwa.
Ajwa, duniaku saat ini. Akupun tau, aku adalah dunia baginya. Terbukti ketika pulang dari kantor aku masih harus mengerjakan sesuatu dan hanya melewat di depannya. Ajwa awalnya terlihat senang dengan melihatku. Tapi dia seketika menangis sakit hati karena ibunya tidak langsung mendekatinya.
“Oh Ajwa. Maafkan ibu, yang terkadang ada pada dunia sendiri.”

Aku berusaha memberikan ASI meski terbatas dan semoga terbantu oleh MPASI yg bergizi.
Kebahagiaanku ketika melihat ajwa ceria. Berharap ajwa tumbuh menjadi anak sehat, cerdas, ceria, kecukupan, tentu saja sholehah dan dilindungi oleh Allah swt. Aamiin.

Advertisements