Aku khawatir akan ada celah pada pola pengasuhan anakku…

Menjalani hidup sebagai single parent itu luar biasa walau baru berjalan satu tahun. Memang perpisahan ini membuatku harus berjuang lebih untuk membesarkan dan menafkahi Ajwa. Alhamdulillah, Aku terbantu dengan orang-orang yang menyayangiku. Tetapi, dihati ini tidak ingin rasanya menyusahkan ibuku kembali untuk mengasuh anakku karena aku tidak mampu memberikan kepercayaan pada orang lain untuk mengasuh Ajwa. Dan aku menyadari bahwa Ajwa kurang pengasuhan seorang ibu yaitu aku. Itu karena sebagian waktuku untuk mencari nafkah. Naluri keibuanku pun tidak berkembang, aku selalu merasa kurang dibandingkan dengan cara pengasuhan ibu-ibu disekitarku. Aku belum mampu mendidik hal yang dasar bagi anakku. Padahal aku ingin sekali dasar pendidikan dimulai dari keluarga, bukan sekolah atau lingkungan sekitar. Aku tidak mau ajwa mempunyai ibu tapi tidak beribu. *sedikit keluh kesah*

Tidak ada pengasuhan seorang ayah, awalnya membuat aku gelisah. Ya ini memang menjadi satu alasan yang membuatku menyesal dengan perpisahan. Tapi hidupku harus berlanjut. Ajwa masih mempunyai kakek dan paman. Meski tidak tiap hari bertemu. Tapi mereka akan melengkapi kebutuhan ajwa. Insya Allah. Hal ini aku juga tidak terburu-buru mencari pasangan hidup yang baru :D. Kondisiku sekarang adalah yang terbaik untukku dan anakku dan saat ini.

Doaku “Ya Allah, Yang Maha Suci. Lindungilah aku dan anakku dari segala kekuranganku dan lingkungan sekitarku.”

Aamiin.

 

 

 

Advertisements