Secara random dipilih dari twitter dan blog. Menjadi motivasi untuk diriku yang belum bisa melupakan kalau sudah terlupakan agar mengikhlaskan keadaan yang telah terjadi, melepaskan apa yang pernah menjadi sesuatu yang terbaik untukku, menjauh secara emosional. Lalu memaafkan diri sendiri, bangun dari keterpurukan dan mengubah kekurangan diri.

“Sure, from time to time, i need a company. Someone to share the laughter. Who doesn’t?”

“Stop trying so hard to people who doesn’t care. Let them go.”

When someone left you, do not cry because that is the message that “you’re going to get a better one.”

“Murkaku pun percuma, karena pada perang paling akhir nanti tidak pernah aku yang jadi juaranya.”

Ambil nafas dalam-dalam, lepaskan rasa ingin menyambungkan kasih sayang antara anak dan ayah, biar anak aku sendiri kelak yang melakukan itu tanpa ada aku diantaranya. Bagiku, Hasbunallah.

*Another pitiful thought

Advertisements