Ada kalanya sedang kesal, ingin marah, mengeluarkan unek-unek. Tapi tak mampu menyampaikannya secara bicara langsung bila memang ada subyek yang sedang dikesali. Salah satu alternatif dengan menulis, yang nantinya akan disampaikan ke orang tersebut atau hanya tertulis tanpa nama di sebuah postingan blog atau media sosial yang ada. Sering juga hanya menjadi salah satu draft yang mungkin suatu saat bisa dibagi dengan yang lain. Sesekali… seribu kata yang sudah tertulis. Dihapus begitu saja menjadi ‘catatan kosong’ kembali. Yah kalo ditulis di sebuah kertas akan hanya memenuhi tempat sampah.

Dari dulu sampai sekarang aku selalu kesal dengan suatu sikap yaitu DIAM. Seperti apa dan bagaimananya, biarlah menjadi ‘catatan kosong’ yang terisi tulisan besar yaitu SEBEEEEELLLLL…

Aku harus jadi setrong, woles dan ikhlas menghadapi orang seperti itu.

Advertisements