Bismillaah

Hubungan ter-rumit itu bernama suami istri

Semenjak saya share status-status ttg suami istri, banyak yg kemudian japri bertanya mengenai hubungan pernikahannya.

Saya sendiri juga padahal sama yah 😰, masih dlm tahap belajar memaknai hubungan suami istri ini.

Yg saya bisa jawab ya jawab.
Yg saya ga bisa jawab ya saya katakan terus terang.
Apalagi jika saya mmg belum mengalami.
Yg hampir selalu saya share : ttg senantiasa doa, ga putus harap dan bersabar.
Bahwa semua ujian sesuai kesanggupan.
Carilah pertolongan dengan sabar dan shalat.

Kalo pelajaran untuk saya sendiri, bahwa hubungan suami istri ini krn bukan hubungan sekali jalan, maka harus sabar.
Sabar jika pasangan masih banyak kekurangan krn prosesnya itu belum tentu seminggu dua minggu kelar.
Bisa jadi perubahan itu berbulan-bulan bahkan bertaun-taun kemudian baru Allah beri hasil dari doa dan kesabaran kita.
Bahkan bisa jadi itu udah final.
Artinya sampe mati ternyata pasangan kita ga berubah tapi kita yg berubah.
Jadi bisa lebih menerima keadaan.
Bisa berlapang hati.
Bisa berdamai dengan diri sendiri bahwa ga semua bisa seideal yg kita mau.
Bahwa ga semua pengorbanan dan kesabaran akan dibalas di dunia.

Memang berprasangka baik harus terus.
Berdoa jgn pernah lelah dan bosan.
Tapi Allah lebih tau keadaan mana yg terbaik bagi hambaNya.

Dan manusia dijanjikan Allah memang ada yg akan jadi ujian dalam hidup org lain.

Ujian itu sesuai dengan kadar keimanan setiap org.
Dan jika Allah beri ujian, artinya org tsb sanggup.
Asalkan terus berpegang pada Allah.

Juga besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian.

Ya wajar ada org yg kelak ditinggikan derajatnya krn selama di dunia mrk mengalami kesusahan terus menerus tapi tetap bersabar.

Adalah penting bagi kita suami istri untuk merenung.
Merenungkan karunia Allah.
Pasangan itu bagaimanapun keadaannya adalah rezeki dari Allah.
Dan sesuai kelayakan kita.
Jika kita marah pada pemberian Allah maka Allah bisa marah.
Jika kita bersyukur dan ridha maka Allah pun akan ridha.
Dan bagi yg bersyukur dijanjikan akan ditambah nikmatnya.
Banyak bertaubat beristighfar bisa jadi justru diri kita yg banyak kesalahan, banyak kekurangan, dan ga bisa mensyukuri kebaikan pasangan sehingga yg nampak hanya kekurangannya saja.
Berdoa agar Allah juga senantiasa perbaiki diri kita.
Dijadikan sebaik-baik pasangan.

Jangan melihat pasangan lain.
Syukuri kebaikan pasangan kita sekecil apapun yg belum tentu dimiliki org lain.
Jangan malah melihat yg tidak ada dalam diri pasangan kita lantas menjadikan kita kufur akan nikmat yg lain.

Dalam sebuah pernikahan, kadang memang kita berkorban bukan semata-mata untuk diri sendiri, tapi mengorbankan diri demi kebaikan banyak pihak.
Mengorbankan diri, mengalah untuk menang.
Mungkin itu demi anak kita, demi keluarga besar kita, atau demi nama pasangan kita sendiri.
Atau untuk hal lain yg lebih kompleks.
Dan akhirnya ya hekekatnya demi kebaikan diri sendiri juga.

Kita ga bisa berharap smua kebaikan kita dihargai dan otomatis terbalas di dunia.
Krn mmg hanya akheratlah tempat DISEMPURNAKAN balasan segala hal.

Cukuplah dengan ingat bahwa Allah beserta org yg SABAR.

Ini tulisan pengingat buat saya sendiri.
Suami saya pastilah paling tau kadar keimanan istrinya yg naik turun maka kadang sesuai antara yg diucapkan tapi seringkali juga amalan berlawanan dgn apa yg seharusnya. 😓

Semoga Allah perbaiki.

Semoga Allah jaga setiap hubungan suami istri.
Berkumpul ga cuma di dunia, tapi berkumpul lagi kelak di syurgaNya.

Barakallaahu fiik
Bundakaska

Tulisan di pic penggalan status ‘Bersyukurlah suami istri’

Advertisements