Category: Life in my world


Rindu

Kemarin saya posting status mengenai rinduku kepada sahabat-sahabat yang lama tidak berjumpa dan bersapa. Sahabat yang pernah melalui suka dan duka bersama. Di saat yang sama mungkin ada jutaan hati yang merindu. Baik pada kekasih, bang toyib yang kenapa sih gak pulang-pulang, pada sanak saudara yang besar bersama. Ada juga yang rindu pada mantan sehingga kepoin akun sosial medianya dan dengan nyalinya berkomentar di salah satu postingannya, etapi ternyata di komentarnya dihapus dan diblok, Syukurin deh!. Tak lupa ada pula rindu kepada Allah Swt. Serta Rasulullah Saw., indah banget yah.

Berbagai macam bahasa rindu, ada yang dituangkan ke dalam puisi indah dan menggugah, ada yang merindu dalam diam dan doa, dan ada yang langsung menyapa dengan senyuman indah kemudian bernostalgia. Rindu adalah bisikan hati yang tidak dapat ditolak, bisa menjadi energi sehingga bisa menjadi buku dan si empunya mendapat royalti ataupun sekedar harapan menjadi lebih baik sehingga jika bertemu akan banyak cerita bahagia yang dibagi.

Advertisements

Seringkali saya mengikuti KulWap yaitu Kuliah atau bisa juga disebut seminar melalui WA yang inti, kegiatannya ada presensi, pemberian materi, tanya jawab dan diskusi bebas. Tentu saja yang menghadiri adalah moderator, pemateri dan peserta.

Jika grup WA memiliki peserta sedikit, kondusivitas jalannya kuliah masih bisa terjaga. Bagaimana bila grupnya penuh kalau WA sih maksimal 256 partisipan. Rame banget kan? anggap saja ada silent reader dan ada 40 orang yg aktif, huh riskan sudah ga beraturan. Meski sudah diberikan aturan oleh moderator, tetap aja ada partisipan yang tidak disiplin. Saya termasuk ga nyaman dengan hal itu, tapi yah apa boleh buat tetap mengikuti jalan. EO dan moderatornya pun sepertinya masih bisa menangani.

Memang apa susahnya sih tinggal berbesar hati dan berprasangka baik terus nulis ulang, ga peduli nanti bakal jadi daftar list yang panjang dan kita mesti scroll chat dengan ikhlas. Tapi Saya mah cuma bisa nulis disini dan coba ngasih saran dan kritik biar jalan KulWap nyaman buat saya.

***Presensi***

Beberapa KulWap ada presensi. Saya belum bertanya ke moderator, kenapa sih harus ada presensi, apa supaya tau siapa yang online biar nanti pas diskusi rame. Apa data-data yang hadir akan dicatat di resume materi, penting kah? Kalo saya pribadi sih merasa ga perlu, jadi saya jarang ikut presensi. Adakah yang bisa kasih saya pencerahan tentang ini… Okelah kalau memang penting. Moderator biasanya memberi aturan mengenai presensi dan memberi waktu untuk itu sehingga pada saat jalannya pemberian materi dan diskusi tidak ada lagi yg presensi (ada sih yang masih ga disiplin dan mengganggu pemateri menyampaikan ilmu). Nah biasanya… presensinya itu nulis nama di daftar yang diberika moderator. Kekacauan mulai dari sini.. Daftar presensi tumpang tindih, karena peserta menulis di satu waktu, oke biasanya peserta ngalah, dan nulis namanya lagi… ealah ketimpa lagi… kueseeelll… Dan kebayang dong ada 40 orang yang presensi, bisa-bisa grup penuh dengan presensi dibandingkan materi dan diskusi. Ngabisin quota udah pasti (hehe pelit banget sih cuma text doang juga). Ada yang hapenya ngehang.. nah lho… Cara amannya gimana yaa..

1. Meminta ijin untuk nulis daftar presensi, Ini termasuk saran yang ada dari partisipan dan nyaman dengan cara ini. misal dengan ketik dulu ‘otw 5’ dengan maksud untuk isi nomor 5. Ya paling konfliknya di pengambilan nomor. Tapi.. kelamaan ga sih nunggu itu. Belum ada yang ga sabaran nyerobot.

2. Ketik Tunjuk tangan atau Hadir Gampang kan untuk peserta, tanpa ada list yanga panjang dan tumpang tindih. kalau mau ada nama misal ‘Yuan hadir’. Cuma ya ini moderator mesti rekap sendiri, jika memang data kehadiran penting banget.

3. Tidak usah ada presensi Moderator kan bisa ngecek dengan memilih pesan yang sudah dia berikan pada peserta sebelumnya kalau KulWap akan segera dimulai. Lalu klik icon ‘i’ di menu kanan atas. Disana akan terlihat siapa aja yg sudah membaca pesan moderator, kelihatan kan siapa yang online dan merekapnya.

4. Presensi melalui google form. Kalau emang moderator ga mau merekap. Persilakan peserta untuk isi presensi di gform. Ah… ribet ya… daftar list di WA emang sederhana tinggal salin presensi paling terakhir. Tapi ya itu, mau nyaman diri atau nyaman peserta?

Ya itu pilihan sih, peserta mah dapat materi juga udah syukur. Dilanjut yaa..

***Aturan perKulWap-an***

Moderator harus sering mengingatkan aturan ini. Soalnya ada peserta yang ga BACA, mungkin karena kebanyakan chat biasanya cuma scroll aja ke chat terakhir. Biar meminimalisir peserta yang tidak berdisiplin, seperti terus aja presensi padahal moderator dah kasih peringatan. Gak menutup kemungkinan sih kalau koneksi lambat jadi chat telat dikirim.

*** Penyampaian Materi ***

Biasanya pemateri akan menyapa kita… dan beberapa peserta ingin membalas sapa. Eh ternyata koneksi si peserta lambat dan terkirim pas sedang materi. Ganggu fokus ga sih? Ada baiknya pas materi. Hanya dua arah, pemateri dan moderator. Peserta mah duduk manis aja. Biar moderator saja yang mewakili sapaan pemateri.

*** Tanya Jawab dan Diskusi *** Ini bagian yang terkadang ga beraturan. Sudah ada kulwap, yang mengirimkan pertanyaan dengan japri moderator baik yang dikumpulkan sebelum kulwap atau pas kulwap berlangsung. Ini jalannya kulwap lancar. Tapi ada yang lebih suka tipe langsung. Moderator ga usah lah pasang nomor antrian, karena seperti biasa ada peserta nyerobot pertanyaan. Kasih waktu sekitar 5 menit untuk nulis pertanyaan, tahan dulu, sesudah itu di stop.. dan fokus ke jawaban. Jika pertanyaannya ngaburudul/banyak ya ga apa apa. Kalau pertanyaan sedikit bikin sesi berikutnya. Ada beberapa moderator yang baik memberikan kesempatan untuk menanggapi jawaban pertanyaan.

Sepertinya sudah seperti itu unek-unek saya. Oh iya satu lagi… kenapa sih seneng banget buat daftar list melalui chat WA, seperti mendaftar identitas peserta atau peserta yang ingin berpartisipasi dalam suatu kegiatan. kan ada yang lebih canggih, pakai google form lah, atau japri lah ke koordinator. Biar chat WA ga penuh dengan daftar list yang kadang mengganggu.

@emaknyaZAZ